Alam · Anak · Energi Bersih

Anak belajar.
Alam pulih.
Energi berubah.

Kelas lingkungan, eksperimen energi bersih, dan kerja komunitas yang mempertemukan rasa ingin tahu anak dengan masa depan Nusantara.

  • Edukasi lingkungan
  • Restorasi ekosistem
  • Teknologi hijau
Gunung dan lanskap pertanian di Jawa Timur
Jawa Timur · bentang alam & ruang hidup
Anak-anak mengikuti kegiatan belajar luar ruang di Jawa Barat
Kelas luar ruang · Jawa Barat
Anak-anak menanam mangrove di Banten
Pesisir · Banten
Detail panel surya
Belajar energi matahari
Turbin angin
Eksperimen energi angin

Mengapa Nusa Daya

Masa depan hijau perlu dipahami, bukan sekadar dibicarakan.

Kami mempertemukan pendidikan anak, pengetahuan lokal, pendamping komunitas, dan tenaga teknologi agar perubahan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Satu kegiatan bisa dimulai dari pertanyaan sederhana: mengapa sungai berubah, bagaimana mangrove menjaga pesisir, ke mana listrik mengalir, atau apa yang membuat turbin berputar. Dari sana, anak belajar mengamati; orang dewasa menyusun dukungan yang lebih bertanggung jawab.

Lihat prinsip kerja
Air terjun di kawasan hutan Sukabumi, Jawa Barat

Catatan Nusantara / 01

Air menghubungkan hutan, kampung, dan ruang belajar.

Sukabumi · Jawa Barat

Program utama

Enam cara untuk belajar dan bergerak.

Program disusun sesuai lokasi, peserta, kapasitas pendamping, keselamatan, dan dukungan mitra. Tidak semua kegiatan tersedia di setiap wilayah.

Permukaan panel surya
01

Sains dasar · model surya · hemat energi

Kelas Energi Matahari

Anak mengenal cahaya, listrik, penggunaan energi, dan rangkaian tegangan rendah melalui model sederhana yang didampingi fasilitator.

Bahas program
Turbin angin dengan baling-baling besar
02

Eksperimen · desain bilah · keselamatan

Laboratorium Angin

Percobaan bilah, arah angin, putaran, dan pembangkitan energi membantu peserta membaca hubungan cuaca dengan teknologi.

Bahas program
Anak-anak menanam mangrove di Banten
03

Pesisir · mangrove · pengamatan lapangan

Sekolah Pesisir & Mangrove

Belajar fungsi pesisir, mencatat kondisi tapak, mengenali bibit, dan mengikuti aksi tanam yang disusun bersama pendamping setempat.

Bahas program
Anak berada di tepian sungai Sumatra Barat
04

Daerah aliran sungai · biodiversitas · jurnal

Jelajah Air & Hutan

Peserta mengamati aliran air, tutupan pohon, sampah, serangga, dan tumbuhan lalu menyusun jurnal lapangan dengan bahasa mereka sendiri.

Bahas program
05

Pemetaan kebutuhan · kajian awal · handoff

Energi untuk Ruang Belajar

Sekolah atau komunitas memetakan kebutuhan pencahayaan dan literasi energi sebelum kajian teknis, ruang lingkup, serta tanggung jawab disepakati.

Bahas program
06

Mentor · tenaga ahli · dokumentasi

Relawan Teknologi Hijau

Guru, mahasiswa, insinyur, pegiat alam, desainer, dan komunikator mengambil peran sesuai kompetensi, kebutuhan program, dan supervisi.

Bahas program
Anak mengamati alam di tepian sungai Sumatra Barat
Belajar membaca aliran air · Sumatra Barat

Belajar dari sekitar

“Teknologi hijau terasa dekat ketika anak dapat menyentuh modelnya, bertanya tentang angin dan matahari, lalu menghubungkannya dengan rumah dan lingkungan mereka.”

Setiap sesi memberi ruang untuk mengamati, mencoba, mencatat, bertanya, dan membagikan kembali temuan. Fasilitator tidak datang membawa semua jawaban; mereka membantu anak menemukan cara belajar yang aman dan relevan.

ESG yang dapat dijelaskan

Tiga lensa untuk menjaga arah kerja.

ESG dipakai sebagai kebiasaan menimbang dampak lingkungan, hubungan dengan manusia, dan cara keputusan dipertanggungjawabkan.

E

Environment

Kegiatan membaca konteks ekosistem, energi, air, material, limbah, dan biodiversitas sebelum menentukan aksi.

  • Mulai dari kondisi setempat
  • Tidak menjanjikan angka dampak tanpa metode
  • Perangkat memiliki rencana penggunaan dan akhir pakai
S

Social

Anak, keluarga, sekolah, komunitas, relawan, dan tenaga ahli memiliki peran serta batas yang diterangkan sejak awal.

  • Persetujuan dan perlindungan anak
  • Akses kegiatan yang layak
  • Jalur pertanyaan, keluhan, dan pelaporan
G

Governance

Ruang lingkup, keputusan, anggaran, pengadaan, bukti kegiatan, risiko, perubahan, serta handoff dicatat bersama mitra.

  • PIC dan kewenangan jelas
  • Konflik kepentingan dibuka
  • Pelaporan mengikuti lingkup yang disepakati

Alur kolaborasi

  1. 01Dengar konteksTujuan, lokasi, peserta, fasilitas, dan kebutuhan.
  2. 02Tinjau kecocokanKapasitas, risiko, tenaga ahli, waktu, dan batas peran.
  3. 03Rancang bersamaMateri, keselamatan, anggaran, indikator, dan komunikasi.
  4. 04Jalankan & handoffCatatan kegiatan, evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut.

Sebelum kegiatan dimulai

Keselamatan dan martabat bukan catatan kaki.

Kegiatan dengan anak, komunitas, lingkungan, listrik, perangkat, atau kerja lapangan membutuhkan orang yang tepat, batas yang jelas, dan prosedur yang dipahami bersama.

01

Perlindungan anak

Persetujuan orang tua atau pengasuh, orientasi fasilitator, rasio pendamping, dokumentasi, privasi, serta jalur pelaporan mengikuti kebijakan program.

02

Keselamatan teknis

Rangkaian, alat, instalasi, inspeksi, dan pekerjaan listrik mengikuti batas usia, kompetensi, supervisi, standar, serta kewenangan yang berlaku.

03

Tanggung jawab lingkungan

Aksi tanam, kunjungan tapak, material, limbah perangkat, dan klaim dampak perlu kajian, izin, metode, pemeliharaan, serta pemantauan yang sesuai.

Ambil bagian

Mulai dari peran yang paling masuk akal.

Saya ingin berkontribusi

Jadi relawan

Ceritakan keterampilan, domisili, waktu yang tersedia, pengalaman bekerja dengan anak atau komunitas, dan jenis peran yang diminati.

Kirim minat relawan Pesan akan dibuka di WhatsApp. Pengajuan belum berarti kegiatan atau peran langsung disetujui.

Pertanyaan awal

Sebelum kita bergerak bersama.

Apakah sekolah atau komunitas dapat mengajukan program?+

Bisa menyampaikan konteks awal mengenai lokasi, peserta, tujuan, fasilitas, waktu, penanggung jawab, dukungan yang tersedia, dan kebutuhan khusus. Kegiatan ditentukan setelah peninjauan kecocokan, kapasitas, risiko, serta ruang lingkup.

Apakah relawan langsung bertemu anak atau memasang perangkat?+

Tidak otomatis. Peran mengikuti seleksi, orientasi, kompetensi, supervisi, perlindungan anak, izin lokasi, dan prosedur keselamatan. Pekerjaan kelistrikan dilakukan tenaga yang memiliki kewenangan sesuai standar.

Apakah dukungan perusahaan harus berupa dana?+

Tidak. Bentuk dukungan dapat berupa tenaga ahli, waktu mentor, material yang sesuai spesifikasi, akses pembelajaran, logistik, dokumentasi, atau pembiayaan. Setiap bentuk dukungan tetap memerlukan ruang lingkup, penanggung jawab, dan tata kelola.

Bagaimana klaim dampak lingkungan dilaporkan?+

Indikator, baseline, periode, sumber data, metode, keterbatasan, pihak yang meninjau, dan perubahan lingkup perlu dijelaskan. Foto kegiatan saja tidak cukup untuk menyatakan dampak jangka panjang.

Dari Nusantara, untuk masa depan

Rasa ingin tahu hari ini dapat menjadi tenaga baik esok hari.

Pilih cara terlibat